Asal Usul Nama Kecamatan Balaraja Versi 3 Tangerang Banten – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum…hallo.. Adik-adik khusunya yang ada diwilayah Kecamatan Balaraja Tangerang Banten dan sekitarnya dan Adik- adik di seluruh Indonesia pada umumnya. Kali ini Ka Cengeng akan menceritakan tentang Asal Usul Nama Kota Balaraja Versi 3 yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang Banten. Setelah versi 1 dan 2 sudah Ka Cengeng ceritakan sebelumnya, sekarang Ka Cengeng akan lanjutkan untuk versi yang ke tiganya. Bagaimana ceritanya? biar tidak penasaran, sekarang Ka Cengeng akan mulai ceritanya, disimak baik-baik ya.

Gambar hanya ilustrasi

Pada zaman Kesultanan Banten, sang Raja dari Kesultanan Banten sering mengadakan perjalanan dari Banten ke Cirebon atau dari Banten ke Batavia (sekarang Jakarta). Terdapat sebuah tempat disekitar kampung Telagasari, yang sering dijadikan tempat untuk beristirahat sang Raja, hanya sekedar untuk melepas lelah, setelah melakukan perjalanan jauh. Suasana kampung Telagasari yang asri dengan aliran Sungai Cimanceuri berada di pinggir kampung, menambah keindahan dan kesejukan.

Penduduk kampung Telagasari hidup dengan damai dan sejahtera dengan mengandalkan hasil dari pertanian dan perdagangan mereka. Kampung Telagasari merupakan daerah yang sering dilalui oleh orang-orang dari berbagai daerah, membuat daerah ini menjadi ramai.

Sumber gambar : https://c2.staticflickr.com/4/3419/5799466873_c2bcfc81d9_b.jpg

Ketika itu sang Raja hendak melakukan perjalanan pulang dari Cirebon menuju ke kesultanan Banten. Setibanya di kampung Telagasari, Ia ingin beristirahat. Lalu Ia meminta kepada para pengawalnya untuk membuatkan sebuah Bale di pinggir sungai Cimanceuri, kemudian prajuritpun membuatkan bale tersebut untuk istirahat sang Raja. Pada saat sang Raja sedang beristirahat di atas bale, tiba-tiba ada seorang gadis yang begitu cantik nan anggun dan ayu melintas di depan bale sang Raja. Gadis itu sangat mempesona di mata sang Raja, sehingga hati sang Rajapun terpikat kepada gadis itu.

Gadis itu benar-benar memikat hati sang Raja, akhirnya sang Rajapun memerintahkan salah seorang pengawalnya untuk mencari tahu siapa gadis itu sebenarnya. Setelah pengawal berusaha mencari tahu tentang gadis itu, lalu pengawal itu melapor kepada sang Raja, bahwa gadis itu ternyata sudah mempunyai kekasih, seorang pemuda di kampung itu dan akan segera dinikahkan oleh orang tuanya. Mendengar laporan tersebut sang Raja kecewa, namun hati sang Raja tetap bergejolak untuk mendapatkan gadis tersebut. Dan sang Rajapun memutuskan singgah di bale tersebut untuk waktu yang agak lama, karena sang Raja ingin mendapatkan hati gadis itu dengan melakukan persaingan secara sehat dan terhormat.

Gambar hanya ilustrasi, lukisan karya Basuki Abdullah, sumber gambar : http://2.bp.blogspot.com/-amIwriPK8Hc/VZC4zEVu2JI/AAAAAAAAAOM/XAwX6oM-I5E/s1600/Basuki%2BAbdullah%252C%2BGadis%2BBirma%2Bdengan%2Bpayung%252C%2Boil%2Bon%2Bcanvas%252C%2B69cm%2BX%2B89cm-koleksi%2Bbung%2Bkarno.jpg

Demi mendapatkan gadis yang di idam-idamkanya itu, sang Raja mengurungkan sementara niatnya untuk pulang ke Banten. Sang Raja menyusun strategi perang yang akan digunakan untuk bertempur melawan kekasih gadis itu. Dan pertempuran antara sang Raja dengan pemuda kekasih gadis itupun di gelar pada waktu yang sudah ditentukan. Dengan menggunakan ilmu dan strategi yang mumpuni dari seorang Raja, maka pertempuran itupun di menangkan oleh sang Raja. Pemuda desa yang menjadi kekasih sang gadis ternyata tidak sanggup untuk menandingi kemampuan Sang Raja.

Gambar hanya ilustrasi, sumber gambar : https://www.piacenzasera.it

Akhirnya sang Raja berhasil mengambil hati gadis itu. Kemudian sebagai bukti kemenangan sang Raja, tidak lama kemudian Sang Rajapun menikahi gadis tersebut,dan dijadikan selir. Dari hasil pernikahan tersebut, menurut cerita sesepuh masyarakat sekitar, sang Raja mendapatkan seorang anak laki-laki, namun anak laki-laki itu meninggal ketika masih kanak-kanak, disaat sang Raja melakukan perjalanan pulang ke Banten. Jadi sang Raja tidak mengetahui kalau anak semata wayangnya itu meninggal. Dan dari situlah cerita tentang cikal bakal salah satu penamaan Balaraja berasal.

Setelah beberapa lama Sang Rajapun kembali ke Banten, dan bale yang beliau tinggalkan yang tadinya digunakan sebagai tempat tinggal sang Raja, kemudian di kembalikan lagi fungsinya seperti semula, yaitu sebagai sebuah tempat untuk istirahat atau tempat persinggahan. Dengan kepulangannya sang Raja, maka bale itupun sudah tidak terpakai lagi, dan bale itupun hancur dimakan zaman. Tinggalah hanya sebuah cerita yang menjadi Asal Usul Nama Kota Balaraja.

Gambar hanya ilustrasi, sumber gambar : http://sejarahri.com

Atas dasar peristiwa itulah kata Balaraja diambil, yaitU dari kata “Bale” yang artinya tempat istirahat atau persinggahan dan kata “Raja”. Jadi nama Balaraja itu berarti tempat peristirahatan atau persinggahan Raja.

Gambar hanya ilustrasi

Adik-adik yang baik, demikianlah cerita Asal Usul Nama Kota Balaraja Versi 3 Tangerang Banten, semoga bisa menambah wawasan kalian dan jangan lupa belajar ya. Seperti biasa Ke Cengeng minta maaf bila ada kekeliruan dan kesalahan dalam artikel ini, mohon masukan dan kritikannya,terima kasih. Wassalamualaikum Warohamtullahi Wabarokatuh.

Bagi Adik-adik yang ingin mendengarkan versi audionya silahkan klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *