Asal Usul Nama Kecamatan Pandeglang Banten Versi 2 – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum…Halloo Adik-adik yang ada di wilayah Kecamatan Pandeglang khususnya, dan Adik-adik di seluruh Indonesia pada umumnya. Kali ini Ka Cengeng akan kembali menceritakan Asal Usul sebuah nama daerah dan kali ini yang akan kita bahas adalah Asal Usul Nama Kecamatan Pandeglang Banten Versi 2, Dimana versi 1 sudah Ka Cengeng Ceritakan sebelumnya. Bagaimana kelanjutannya mari kita simak baik-baik.


Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang putri sebuah kerajaan yang bernama Putri Arum. Putri Arum adalah seorang putri yang cantik jelita, selain cantik, Putri Arum juga adalah seorang putri yang berbudi luhur. Kecantikan putri Arum ini membuat banyak laki-laki yang terpikat hatinya, salah satunya adalah seorang pangeran yang bernama pangeran Cunihin.

Akan Putri Arum tidak menyukai pangeran Cunihin, karena Pangeran Cunihin adalah seoaran pangeran yang sombong dan suka menggoda setiap wanita. Pangeran Cunihin itu suka sekali menggoda wanita yang Dia lihat, makanya Sang Pangeran di panggil Pangeran Cunihin. Cunihin artinya suka menggoda wanita dalam bahasa sunda.
Karena itulah Putri Arum tidak menyukai Pangeran Cunihin, akan tetapi Putri juga tidak bisa menolak cinta Pangeran Cunihin. Karena kalau Dia menolak, Dia khawatir Pangeran Cunihin akan marah dan merusak kerajaan dengan keskatian dan kesombongannya. Karena memang Pangeran Cunihin ini adalah seorang Pangeran yang sakti mandraguna.

Gambar hanya Ilustrasi

Putri Arum sangat sedih hatinya menghadapi situasi seperti ini, pada suatu hari di atas bukit yang dipenuhi oleh kebun manggu, Sang putri yang cantik jelita itu duduk termenung seorang diri. Sorot matanya kosong, bibirnya terkatup rapat menandakan dia sedang bermuram durja. Pada saat seperti itu , tiba-tiba melintaslah seorang lelaki paruh baya dengan karung di pundaknya. Lelaki itu tertegun sesaat manakala melihat sang Putri. Wajah lelaki itu tampak penuh tanda tanya . Kemudian laki-laki paruh baya itu menghampiri Putri Arum lalu memperkenalkan diri. laki-laki paruh baya itu bernama ki Pande. Kipande bertanya kepada Putri Arum apakah gerangan yang terjadi, sehingga putri Arum terlihat bermuram durja seperti itu? Kemudian putri Arum menceritakan kegelisahan hatinya pada Ki Pande.

Ki Pande adalah seorang pembuat gelang yang hidup di kampung tersebut. Setelah Putri Arum menceritakan masalahnya kepada ki Pande,maka Ki Pande dan putri Arum pun mengatur siasat agar dapat membatalkan pertunangannya dengan pangeran Cunihin. Setelah beberapa hari pangeran Cunihin datang menemui putri Arum dan memintanya untuk menerima lamarannya. Putri Arum mernerima lamaran itu tapi dengan satu syarat, yaitu pangeran Cunihin harus dapat melubangi sebuah batu yang besar. Putri Arum ingin melihat keindahan laut melalui lubang batu tersebut. Mendengar permintaan itu pangeran Cunihin tertawa terbahak-bahak dan dengan sombongnya dia menyanggupi syarat yang diajukan putri Arum.

Gambar hanya ilustrasi

Waktu yang diberikan putri Arum untuk membuat lubang batu adalah tiga hari. Namun ternyata dengan kesaktiannya pangeran Cunihin mampu menyelesaikan membuat lubang yang sangat besar di sebuah batu itu, dalam waktu kurang dari tiga hari. Melihat hal ini putri Arum menjadi ketat ketir dan takut jika akhirnya nanti harus menerima lamaran san pangeran.

Setelah lubang batu selesai, pangeran Cunihin mendatangi putri Arum dan menagih janjinya. Putri Arum berpura-pura senang dan mendatangi lubang batu itu, di hadapan pangeran Cunihin, putri Arum berbohong. Putri Arum mengatakan bahwa dia tidak dapat melihat lubang batu yang telah dibuat pangeran Cunihin. Pangerang Cunihin menjadi bingung dan mencoba untuk masuk ke dalam lubang batu tersebut.

Pantai Karang Bolong Pandeglang.sumber gambar foto pribadi

Saat itulah keajaiban terjadi, dengan perlahan kesaktian pangeran Cunihin melemah, dia kemudian berubah menjadi seorang lelaki tua dan kekuatannya menghilang. Putri Arum menjadi terkejut dan secara tidak sadar dia mendekati ki Pande. Berubahnya pangeran Cunihin menjadi tua ternyata berbalik kepada ki Pande. Sebelumnya ki Pande adalah seorang lelaki tua namun kemudian berubah menjadi pangeran yang gagah dan tampan.

Putri Arum yang melihat hal ini menjadi terkejut, kemudian ki Pande menjelaskan apa yang terjadi. Sebenarnya pangeran Cunihin dan ki Pande adalah saudara seperguruan, namun pangeran Cunihin adalah orang yang sombong. Pangeran Cunihin juga telah mencuri ilmu kesaktian ki Pande dan merubahnya menjadi lelaki tua. Ki Pande dapat berubah menjadi semula jika pangeran Cunihin masuk ke dalam lubang batu yang di lapisi gelang buatan ki Pande. Kini ki Pande telah selamat dan dia berterima kasih kepada putri Arum yang telah membantunya. Akhirnya ki Pande di panggil dengan sebutan Pande Gelang dan menikah dengan Putri Arum. Mereka hidup damai dan tinggal di daerah Banten.

Gambar hanya ilustrasi

Adik-adik yang baik, menurut cerita bahwa tempat mengambil batu keramat tersebut kemudian dikenal dengan kampung Kramatwatu(baca Asal Usul Keramat Watu Serang Banten), dan batu besar berlubang di pesisir pantai kini dikenal dengan nama Karang Bolong (baca Asal Usul Karang Bolong Pandeglang Banten). Sedangkan tempat Putri Arum termenung mencari wangsit di bukit manggis, kini orang mengenalnya dengan kampung Pasir Manggu. Manggis dalam bahasa Sunda berarti Manggu dan pasir berarti bukit. Putri Arum juga dikenal dengan sebutan “Putri Cadasari”. Dan semuanya itu nanti akan Ka Cengeng ceritakan pada kesempatan yang lain.

Demikianlah Adik-adik, Asal-Usul Nama Kecamatan Pandeglang Banten Versi 2, dan jangan lupa belajar ya. Seperti biasa Ke Cengeng mohon maaf bila ada kekeliruan dan kesalahan dalam artikel ini, mohon masukan dan kritikannya,terima kasih. Wassalamualaikum Warohamatullahi Wabarokatuh.

Referensi :

http://dongengceritarakyat.com

http://anfathurochim.blogspot.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *