Dongeng Angin yang Sombong – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…Halloo Adik-adik yang baik shabat Ka Cengeng, jumpa lagi dengan Ka Cengeng disini, bagaimana kabar kalian? pastinya baik ya, selalu rendah hati dan tidak sombong. Jangan seperti si angin yang sombong yang akan Ka Cengeng ceritakan dongengnya kali ini, Adik-adik mau kan baca ceritanya? yuk kita baca sama-sama.

Diceritakan pada zaman dahulu kala, air, api, angin, dan tanah adalah sahabat akrab. Mereka mengerjakan tugas mereka dengan baik untuk membantu manusia sesuai perintah dari Yang Maha Kuasa. Air dan tanah bertugas membantu manusia di dalam bercocok tanam,perikanan dan kehidupan sehari-hari lainnya. Api bertugas membantu manusia untuk memasak dan membantu menghangatkan diri manusia dari udara dingin. Dan angin bertugas  membantu menyejukan dan mendinginkan panas di siang hari dan membawa awan hujan ke tanah yang kering. Manusia selalu merasa bersyukur yang di tuangkan dalam do’a-do’a mereka, dan berterimakasih pada Yang Maha Pencipta yang telah menciptakan air, api, dan tanah yang sangat membantu dalam kehidupan manusia.

Namun manusia jarang sekali menyebut angin dalam do’a-do’a mereka, karena manusia merasa peranan angin tidak begitu terasa bagi kehidupan manusia, dan manusia tidak menyadari peranan angin yang begitu penting bagi kehidupan, hal ini di sebabkan karena angin tidak berhubungan langsung dalam keseharian dan kebutuhan hidup manusia. Berbeda dengan tanah, air, dan api, yang sangat berhubungan langsung dan sangat mereka butuhkan dalam kehidupan.

Mengetahui hal itu, membuat angin menjadi marah dan timbul rasa iri dan ingin menunjukan kepada
manusia betapa gagah dan hebatnya kekuatan angin kepada manusia. Dengan sombongnya angin
kemudian membuat pusaran topan dan tornado yang saaangat besar. Sehingga rumah-rumah para penduduk porak poranda dan banyak yang roboh sampai rata dengan tanah. Melihat kejadian itu, api berusaha untuk menasihati angin,  api pun datang dan bermaksud untuk menghadang angin,  akan tetapi karena hembusan angin yang sangat kencang dan dahsyatnya putaran angin, membuat api kalah dan padam tak berbekas.

Gambar hanya illustrasi

Dengan kalahnya api oleh dirinya maka anginpun  semakin sombong dan berbangga. Dengan sombongnya angin sesumbar..”Ayo, siapa lagi yang berani ingin menentang ku? perlu kalian ketahui, dari empat unsur alam, hanya akulah yang paling gagah dan kuat, begitulah sesumbarnya angin. Angin kemudian melanjutkan sesumbarnya, katanya “manusia itu bisa saja membuat api, bisa menggali tanah untuk mencari sumber air, dan bisa mengeruk tanah dengan cangkul-cangkul mereka, tapi ketahuilah manusia tidak akan bisa memadamkan angin seperti  memadamkan api, manusia tak bisa menguapkan angin seperti menguapkan air, dan manusia takan  mampu menyentuh angin tidak seperti tanah dan yang lainnya yang bisa bisa disentuh dan aku tidak bisa dilihat oleh manusia, lihatlah oleh kalian kekuatan dan kehebatan ku wahai manusia”. Dengan ini aku akan memberi pelajaran kepada kalian, agar kalian selalu mengingat aku. Hahahahaha.. “. Kata sang angin sambil tertawa terbahak-bahak dengan sombongnya.

Mendengar perkataan  angin yang sombong dan angkuh, air mencoba untuk mengingatkan. “Wahai angin sahabat baiku, mengapa engkau berlaku begitu? Kita di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa ditugaskan  untuk membantu manusia secara bersama-sama. Jangan kau merasa sombong dengan kekuatan mu, karena di atas langit masih ada langit diatas yangkuat masih ada yang lebih kuat. Dan aku percaya, masih ada yang lebih kuat dari mu”. begitulah air menasihati angin dengan lembut. Mendengar nasihat dari air , angin malah menjawab dengan sinis. Kesombongan angin akan kekuatanya membuatnya menjadi lupa diri. Angin menjawab.. “Hai air.. Apa kamu juga akan membela manusia? kalau kamu mau membela manusia amak kamu akan bernasib sama seperti api”, jawab  angin. Tanpa berselang lama, kemudian menggulung air dengan pusaranya, sehingga air itu tercecer dan hilang tersapu angin.

Gambar hanya illustrasi

Kesombongan angin semakin menjadi-jadi. Dia merusak, menerjang dengan kekuatan pusarannya menghancurkan apa saja yang  di laluinya. Dia Menghancurkan, merobohkan, dan menerbangkan benda apa saja  yang ada di depanya. Dan sudah pasti kejadian tersebut membuat manusia panik dan ketakutan, mereka berlari ke segala arah untuk mencari tempat berlindung. “Hahaha.. Rasakan kemarahan ku wahai manusia yang tahu terima kasih. Tidak akan ada yang mampu melindungi kalian dari amukan ku ini hahaha. Kalau seandainya ada yang mampu mengalahkan aku, maka aku berjanji  akan berhenti melakukan ini semua, ujar angin dengan congkaknya. Tapi kalian hanya bermimpi, karena memang pada kenyataanya.. semuanya bisa aku terbangkan dan bisa aku hancurkan. Hahaha.. “. Angin yang sombong itu tertawa menantang.

Kesombongan san angin akhirnya  terdengar oleh sang tanah. Lalu tanah pun kemudian berkata kepada angin. “Wahai angin sahabat ku,  rasa iri telah membuat mu berlaku sombong dan bodoh, berhentilah berbuat demikian,jika kamu tidak mau berhenti, Maka aku lah yang akan menghadapi mu. Aku akan melindungi manusia dari kemurkaanmu, silahkan kamu terbangkan aku, kalau kamu merasa kuat dan mampu”. Kata tanah agak menantang. Angin menjawab ” Wahai tanah bersiaplah,akupun akan menghancurkanmu sebagaimana aku menghancurkan api dan air”.

Gambar hanya illustrasi

Baiklah kalau itu maumu sahut tanah sambil berteriak kepada manusia, “Wahai para manusia, masuklah kalian ke dalam goa di bawah perut gunung-gunung ku. Maka kalian pasti akan aman di dalam sana”. begitulah tanah memberitahu kepada manusia. Lalu manusia pun berbondong-bondong masuk ke dalam goa-goa yang ada di
dalam gunung. Sementara itu sang angin terus membuat angin tornado dengan pusaran yang semakin besar. Dia kemudian menerjang gunung-gunung itu dan berharap mampu untuk menerbangkanya. Tapi semua di luar dugaan sang angin, ternyata gunung itu begitu kokoh dan tak bergeming sedikitpun dan tetap
berdiri dengan kokoh pada tempatnya. Angin merasa kesal dan menjadi penasaran, diapun memperbesar putaran tornadonya. Dia kembali menerjang gunung, dan lagi-lagi hasilnya nihil. Gunung tetap kokoh tak bergeser sedikitpun. Sampai pada akhirnya, angin yang sombong itu merasa kelelahan dan kehabisan kekuatannya. Sesuai dngan janji yang pernah di ucapkannya maka sang anginpun mengakui kekalahannya pada sang tanah,lalu  anginpun menghentikan amukanya, dan dia berjanji akan memperbaiki semua perbuatan dan kesalahanya.

Gambar hanya illustrasi

Nah, jadi begitu Adik-adik ceritanya, seru ya. Banyak pelajaran yang kita ambil dari Dongeng ini, betapa pun hebatnya suatu kekuatan kalau di barengi dengan kesombongan pada akhirnya akan terkalahkan oleh kebaikan. Belajarlah untuk selalu rendah hati, karena rendah hati akan membawa banyak kebaikan. Seperti biasa Ka Cengeng mohon maaf bila ada kesalahan dan kekeliruan dalama rtikel ini, jangan lupa belajar ya, semoga bermanfaat Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Bagi Adik-adik yang mau mendengarkan versi audionya silahkan Download Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *