Dongeng Asal Usul Rumah Siput – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum Adik-adik semua apa kabarnya hari ini? sehat dan bahagia dong tentunya, Ka Cengeng doakan semoga Adik-adik sahabat Ka Cengeng selalu sehat, bahagia, sejahtera dan menjadi anak sholeh yang pintar dan cerdas, Amiiin.

Sumber gambar : Foto pribadi

Kembali Ka Cengeng akan menceritakan sebuah dongeng yang berjudul Dongeng Asal Usul Rumah Siput. Ada yang tahu tidak apa itu siput? Pastinya sudah banyak yang tahu dong, siput biasa disebut juga keong dalam bahasa sunda konon ceritanya dongeng ini diawali  pada waktu zaman dahulu , siput tidak memiliki rumah seperti sekarang ini. Ada sebuah cerita atau dongeng tersendiri yang menceritakan asal mula rumah siput ini. Karena siput tidak mempunyai rumah, maka siput tinggal dari satu tempat ke tempat lainya. Dia selalu berpindah-pindah demi untuk mencari tempat yang tepat untuk di jadikan rumahnya.

Pada zaman dahulu awalnya si siput tinggal di atas pohon, si siput mendiami  sarang burung yang sudah di tinggal pemiliknya. Disaat pertama kalinya  si siput menempati sarang burung itu, siput merasa sangat nyaman. Daun dan dahan-dahan pohon dapat melindunginya dari terpaan panasnya sinar matahari. Sedangkan sarang yang terbuat dari akar-akar dan dedaunan kering itu bisa menghangatkannya dari rasa dingin pada malam hari. Tapi semua tak berlangsung lama, karena saat musim hujan telah tiba si siput tak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah saja. Di karenakan daun dan ranting pohon tidak dapat  melindungi dirinya dari guyuran air hujan. Hal ini tentunya membuat si siput merasa sangat tidak nyaman karena kedinginan.

Kemudian si siput pun pindah dari sarang burung itu, lalu tiba-tiba dia melihat ada sebuah lubang pada sebuah batang pohon. Si Siput pun memutuskan akan  menjadikan lubang itu sebagai rumahnya yang baru. si siput merasa nyaman dengan rumah barunya itu karena dia merasa tidak akan lagi  terkena paparan panasnya sinar matahari dan tidak akan merasa kedinginan lagi karena terguyur oleh air hujan. Akan tetapi lagi-lagi kenyamanannya itu tidak  bertahan lama. Karena pada suatu hari ada seekor burung pelatuk yang mematuk-matuk pohon tempat tinggal si siput. Si Siput merasa sangat tidak nyaman karena terganggu dan tak bisa beristirahat dengan tenang, kemudian si siput kembali  mencari rumah baru yang dianggapnya lebih nyaman dan bebas dari gangguan.

Kemudian sampailah si siput pada suatu daerah dan Dia menemukan ada sebuah lubang di tanah. Kemudian si siput  berniat untuk tinggal dan menjadikan lubang itu sebagai rumah barunya. Dengan rumah barunya itu si siput merasa hangat dan bebas dari gangguan, tentu saja membuat si siput merasa sangat senang dan nyaman. Tapi ternyata dugaan si siput itu salah, lagi-lagi gangguan itu kembali datang. Ketika waktu malam telah tiba, banyak tikus yang datang dan menggali tanah dan masuk kedalam lubang tempat si siput berada. Akhirnya rumah barunya itu hancur porak poranda akibat tingkah polah si tikus. Dengan langkahnya yang gontai si siput pun  akhirnya terpaksa keluar meninggalkan lubang itu untuk kembali mencari rumah yang di  idam-idamkannya.

Tidak terasa berjalan akhirnya sampailah si  siput di sebuah pantai. Si siput menemukan sebuah lubang di atas sebuah batu karang lalu si siput pun mencoba untuk masuk dan tinggal disana.
“Mungkin lubang batu ini akan menjadi rumah yang nyaman bagi ku”, ujar si siput dalam hatinya, lanjutnya lagi “aku tidak akan lagi kepanasan ataupun kehujanan dalam lubang ini”, tidak akan adalagi  burung pelatuk yang mengganggu ku, juga tatidak akan ada lagi tikus yang mampu menggali batu karang ini untuk mengusik aku.” Begitulah harapan si siput pada saat itu. Namun  lagi-lagi semua itu di luar dugaannya. Ketika air laut pasang, maka rumah barunya terendam air laut dan hal itu membuat siput tersapu oleh gelombang air laut dan ombak. Dengan rasa hampir putus asa, kemudian si siput pun pergi lagi dan memutuskan untuk kembali mencari rumah baru.

Siput berjalan dengan lunglai karena sudah merasa lelah, Dia terus menyusuri panjangnya tepi pantai. Dalam kelelahannya itu akhirnya si siput  menemukan sebuah cangkang kosong yang sangat cantik menurut pandangannya. Tanpa pikir panjang si  siputpun masuk ke dalam cangkang itu untuk beristirahat sementara waktu, hanya sekedar melepaskan lelah sebelum melanjutkan perjalanannya mencari rumah baru.

Tanpa terasa si siput pun tertidur dalam cangkang itu dan ketika pagi telah tiba si siput pun terbangun, dia mulai sadar bahwa cangkang itu terasa sangat nyaman dan pas untuknya. Bentuknya yang indah serta cukup ringan, sehingga mudah untuk di bawa-bawa kemanapun Dia ingin pergi. Dan pada akhirnya, si siput memutuskan untuk menjadikan cangkang itu sebagai rumah barunya yang sangat nyaman dan bebas dari gangguan dan bisa di bawa kemana saja tanpa takut ada yang mengusik. Maka sejak saat itu siput mempunyai rumah yang selalu di bawa kemana-mana sampai saat ini.

Demikianlah Adik-adik sahabat Ka Cengeng yang baik hati, akhir dari cerita Dongeng Asal Usul Rumah Siput bersama Ka cengeng, semoga Adik-adik bisa mengambil pelajaran dari dongeng ini, yaitu janganlah cepat menyerah dalam mencapai cita-cita teruslah belajar dan berusaha seperti apa yang telah dilakukan si siput. Seperti biasa Ka Cengeng mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini, jangan lupa belajar ya, Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *