Dongeng Si Jago yang Kalah Jago – Karya Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum..Adik-adik Sahabat Ka Cengeng semua,pastinya masih rajin belajar ya? Alhamdulillah kita bisa bertemu lagi di sini bersama Ka Cengeng yang selalu ingin membuat Adik-adik semua jangan menjadi anak cengeng, jadi anak harus kuat dan mandiri, mantaap.

Sumber gambar : Foto pribadi

Adik-adik Sahabat Ka Cengeng, kali ini Ka Cengeng akan membawakan sebuah dongeng yang menceritakan sebuah kesombongan dari seekor ayam jago dalam sebuah peternakan ayam milik salah seorang peternak ayam kampung yang ada di kampung Ka Cengeng. Dongeng ini terinspirasi dari kejadian yang Ka Cengeng lihat dari sebuah kandang peternakan ayam yang tidak begitu besar, namun ada beberapa ayam betina  di situ dan ada dua ekor ayam jantannya. Kemudian Ka Cengeng menyadurnya menjadi dongeng yang mudah-mudahan bisa diambil pelajarannya. Bagaimana ceritanya? yuk kita simak.

Sumber gambar : Foto pribadi

Awal cerita dalam sebuah kandang peternakan ayam yang tidak begitu besar, terdapatlah beberapa ekor ayam betina dan dua ekor ayam jantan. Ayam jantan memang sengaja di masukan kedalam kandang itu dengan tujuan supaya bisa membuahi ayam betinanya. Melihat banyak ayam betina di kandang itu tentu saja dua ayam jantan ini merasa sumringah dan senang. Namun di antara ke dua ayam jantan itu ternyata mempunyai sifat yang berbeda, ayam jantan yang pertama di namakan Si Jago, karena perwakannya gagah dan kekar dengan jawer di atas kepalanya yang indah dan merah. Sedangkan ayam jantan yang kedua di namakan Si Lepek, karena memang dia tidak segagah si Jago, jawer Si Lepek memang lepek menjuntai ke bawah dengan warna merah kehitaman, dan sama sekali terlihat tidak gagah.

Si Jago mempunyai sifat sombong dengan kegagahannya itu, Si Jago selalu berbuat usil dengan selalu mengusir Si Lepek kalau sedang mematuk-matuk makanan atau sedang berduaan dengan ayam betina. Hal itu terus terjadi berulang-ulang hampir setiap hari, namun dengan sabarnya Si Lepek membiarkan kesombongan Si Jago dengan penuh kerendahan hati.

Sumber gambar :Foto Pribadi

Pada Suatu hari ketika Si Lepek sedang berdua dengan salah satu ayam betina, tiba-tiba datang Si Jago dengan gagahnya petantang petenteng di depan Si Lepek, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas Si Jago menyerang Si Lepek dan mengusirnya dari tempat itu, Si Lepek memilih berlari dari pada melawan, melihat hal itu Si Jago semakin merasa Sombong dan ingin menguasai seluruh ayam betina di dalam kandang itu.

Hari terus berganti kesombongan Si Jago semakin menjadi-jadi, suasana kandang jadi tidak nyaman dengan kelakuan si Jago ini. Si Lepek yang terus menerus di perlakukan tidak layak oleh Si Jago, lambat laun membuat Si Lepek habis kesabarannya. Ketika pada suatau hari Si Lepek sedang berdua dengan ayam betina, kembali Si Jago membuat ulah dengan mengusir Si Lepek. Si Lepek yang sudah habis kesabarannya, untuk kali ini dia lari namun dia bermaksud ingin melawan Si Jago.

Gambar hanya illustrasi

Maka terjadilah sebuah pertempuran anatara Si Jago dan Si Lepek dengan dahsyatnya, kedua ayam saling menyerang dengan tajinya masing-masing berusaha untuk melumpuhkan lawan. Si Jago yang merasa muda dan gagah dengan sombongnya menghajar Si Lepek. Namun ternyata di luar dugaan Si Lepek dengan gesitnya mampu menghindari serangan-serang Si Jago bahkan Si Lepek mampu membalas dengan pukulan yang mematikan. Darah mulai bercucuran memenuhi muka Si Jago, Si Jago tidak menyangka bahwa Si Lepek yang di anggap lemah dan tua mampu melawan dengan hebatnya.

Walaupun sudah berdarah-darah tetap saja Si Jago tetap sombong dan tak mau kalah, dia kembali menyerang si Lepek, Dan Si Lepek pun terus melayani dengan jurus-jurus mautnya. Rupanya pertempuran kedua ayam jantan itu terus berlanjut selama ber jam-jam lamanya, mungkin mereka akan bertarung sampai mati untuk mempertahankan kehormatan masing-masing.

Akhirnya terdengarlah suara “Keook..keoook…keoook…” dengan suara yang serak dan panjang Si Jago mengerang kesakitan dan tergeletak di atas tanah dengan tubuh berlumuran darah. Rupanya Si Jago telah kalah dalam pertempuran itu, tidak lama kemudian Si Jago pun menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan ayam-ayam betina dalam peternakan itu.

Gambar hanya illustrai

Menurut  pemilik peternakan itu sebenarnya Si Lepek itu adalah dulunya ayam jantan petarung yang ulung, namun karena umurnya sudah mulai tua maka Si Lepek sudah tidak di adu lagi. Sedangkan Si Jago ayam yang masih muda yang memang juga di persiapkan untuk di adu, namun Si Jago belum punya pengalaman bertarung seperti Si Lepek.

Nah begitulah Adik-adik, akhir dari sebuah kesombongan Si Jago, di dalam dongeng ini kita semua bisa mengambil pelajaran, janganlah suka sombong, karena kesombongan hanya akan membawa kegagalan dan kehancuran, jangan suka menanggap remeh orang lain, karena siapa tahu orang yang kita anggap remeh itu lebih baik di banding kita. Seperti Si Jago yang menganggap remeh Si Lepek, namun  kenyataannya Si Lepek lah yang lenih hebat dari Si Jago.

Demikianlah Adik-adik Sahabat Ka Cengeng, pertemuan kali ini semoga bermanfaat dan jangan lupa belajar ya. Seperti biasa Ka Cengeng minta maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam artikel ini. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Sekedar Info : “Karena usia yang sudah terlalu tua, pada saat sekarang ini Si Lepek sudah tiada”

Mohon perhatian :

Dongeng ini asli karya sendiri, dilarang menyebarkan atrikel ini tanpa izin dan menyertakan          alamat sumbernya Kacengeng.com, terima kasih atas pengertiannya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *