Dongeng Ayam Jantan yang Sok Jago – Karya Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum Warohamatullahi Wabarokatuh, halloo Adik-adik sahabat Ka Cengeng semua, kita jumpa lagi hari ini, bersama Ka Cengeng yang selalu menyajikan Kisah Asal Usul Cerita Dan Dongeng yang menarik, menghibur dan mendidik tentunya. Bagaimana kabarnya hari ini? udah siap mengikuti Dongeng hari ini ? oke berangkaat.

Sumber gambar : Foto pribadi

Awal kisah di mulai dari sebuah kandang peternakan ayam , tinggalah dua ekor ayam jantan yang gagah. Mereka berdua akan menjadi pejantan untuk semua ayam betina yang ada di peternakan ayam itu. Kita panggil saja ayam jantan yang pertama dengan nama Si Sambet dan ayam jantan yang ke dua Si Lambet. Kedua ayam jantan ini mempunyai watak yang berbeda, Si Sambet mempunyai sifat serakah, dia suka menyambet makanan punya ayam lain, dia juga bersifat sombong dan sok jago. Sedangkan Si Lambet mempunyai sifat sebaliknya, lemah lembut dan rendah hati. Dengan sifatnya yang serakah dan sombong Si Sambet ingin menjadi satu-satunya penguasa di dalam  peternakan itu.

Si Sambet sangat sering mengejek Si Lambet, tetapi walaupun Si Lambet sering di hina, di ejek, Si Lambet tetap tenang dan sabar dan tak mudah terpancing dengan kelakuan Si Sambet yang menjengkelkan. Namun lama kelamaan Si Lambet pun habis juga rasa kesabarannya, sampai pada suatu hari, ada sebuah kejadian tak bisa di elakan. Ketika Si lambet sedang asik-asiknya  mematuk makan bersama ayam betina, tiba-tiba Si Sambet menerjang Si Lambet. Untuk membela diri, Si Sambet  pun mencoba malakukan perlawanan semampunya. Akan tetapi memang Si Lambet itu mempunayi  sifat yang cinta damai dan tak suka berkelahi, kemudian Si Lambet memilih berlari untuk mengalah dan bersembunyi di balik belakang kandang.

Sumber gambar : Foto pribadi

Melihat lawanya lari dan bersembunyi, Si Sambet yang sombong tersebut merasa bangga dan mengira Si Lambet takut padanya. Padahal Si Lambet  sebenarnya tidak merasa takut sama sekali, Dia hanya tidak ingin terjadi pertempuran dengan teman sendiri. Apa lagi mereka di saksikan oleh para ayam betina tentu itu tidaklah baik, begitulah menurut pemikiran Si Lambet.

Namun berbeda dengan pemikiran Si Sambet dia semakin  merasa sombong dan menjadi besar kepala dan semakin membanggakan dirinya, sambil berteriak. “Kokokoko….k Ayo siapa yang berani melawan aku tidak ada satupun disini yang bisa mengalahkan aku….hahahha…Kokoko…Kongkorongoook….. Aku adalah Si Sambet Ayam Jago yang hebat dan kuat yang akan menguasai seluruh penghuni peternakan ini..dan kalian semua harus menganggap aku sebagai raja di sini..Kongkorongoooook…” katanya sambil berkokok dengan lantang.

Gambar hanya ilustrasi

Merasa tidak cukup hanya dengan melakukan itu, Si Sambet ingin berniat mengumumkan kemenanganya kepada seluruh penghuni peternakan itu. Dengan sombongnya Si Sambet mengepakan sayap kemudian dia melompat ke atap kandang. Dari atap kandang peternakan, Si Sambet berteriak dengan kencangnya yang dibarengi dengan suara lantangnya dia menyombongkan diri dan menantang siapa saja yang berani melawanya.

Tatkala itu melintaslah seekor ayam jantan dari peternakan sebelah yang bernama Si Babet, dan dia melihat Si Samber yang berkoar-koar di atas atap. Kemudian dengan gagah berani Si Babet berteriak kearah Si Sambet, “Hei Sambet sombong benar ucapanmu itu, turunlah ke bawah aku  siap menjadi lawanmu”. “Hahaha kamu berani melawanku Babet, baiklah akan aku layani”, jawab Si Sambet. Ahirnya peretempuran pun tak terelakan lagi, kedua ayam jantan itupun bertempur habis-habisan. Mereka saling serang dengan pukulan mematikan dengan jurus andalan masing-masing.

Gambar hanya illustrasi

Si Sambet memang benar-benar jago, akhirnya si Sambet mampu mengalahkan Si Babet. Si Babet yang merasa tidak sanggup melawan kehebatan Si Sambet,  Dia memilih untuk melarikan diri ketimbang mati oleh Si Sambet. Melihatnya lawannya kabur karena takut padanya, maka Si Sambet makin sombong saja dan rasa kesombongannya itu  telah membuat dia menjadi lupa diri, bahwa di atas langit masih ada langit, di atas yang jago masih ada lagi yang lebih jago.

Kemudian Si Sambet naik kembali keatas atap kandang peternakan yang paling tinggi, kemudian dia berkoar-koar. “Kooookoook  kongkoronggoook…Hahaha…hai penghuni peternakan ini, kalian sudah sama-sama menyaksikan betapa hebat dan gagahnya aku, tidak ada satupun yang dapat mengalahkan aku, mulai hari ini kalian semua harus tunduk di bawah kakiku”.Di atas atap Si Sambet masih petantang-petenteng sambil berkoar-koar, Dia tidak menyadari dari kejauhan ada seekor burung Elang yang besar sedang mengincarnya. Pada saat Si Sambet sedang mengepak-ngepakan sayapnya di atas atap kandang peternakan,  tiba-tiba dengan sangat cepat sekali dan tak bisa di hindari oleh Si Sambet, sang Elang menyambar tubuh Si Sambet dan membawanya terbang tinggi ke angkasa. Tentunya Si Sambet sangat kaget dan berteriak, keook…keook..tolong..tolong aku…Namun tak ada satupun yang bisa menolongnya. Akhirnya Si Sambet pun menghilang di atas awan entah di bawa kemana oleh burung Elang itu.

Gambar hanya ilustrasi

Melihat kejadian itu semua penghuni peternakan  merasa lega, karena akhirnya sang pembuat onar telah tiada oleh kesombongan dirinya sendiri. Maka berakhirlah cerita Dongeng Ayam Jantan yang Sok Jago. Sedangkan Si Lambet sekarang menjadi ayam jago satu-satunya yang menjadi penguasa di dalam peternakan itu. Dengan sifatnya yang lemah lembut dan penyabar, ternyata membuat Si Lambet di cintai oleh para penghuni di peternakan itu. Dan Si Lambet pun mendapat ke dudukan yang sebelumya tak pernah dia bayangkan. Dan itulah balasan untuk siapa saja yang mau bersikap baik dan bersabar.

Gambar hanya ilustasi, Si Lambet di cintai penghuni peternakan

Demikianlah Adik-adik sahabat Ka Cengeng,Akhir cerita dari Dongeng Ayam jantan yang Sok Jago,  semoga ada manfaat dan pelajaran yang dapat kita ambil dari  dongeng ini. Seperti biasa Ka Cengeng minta maaf bila ada kesalahan dan kekliruan dalam artikel ini, jangan lupa belajar ya. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Mohon perhatian :

Dongeng ini asli karya sendiri, dilarang menyebarkan atrikel ini tanpa izin dan menyertakan          alamat sumbernya dari Kacengeng.com, terima kasih atas pengertiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *