Dongeng Si Kancil Melawan Si Raja Kera Bagian 2 – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..haloo Adik-adik sahabat Ka Cengeng semua, Alhamdulillah Ka Cengeng pada hari ini bisa memenuhi janji Ka Cengeng untuk melanjutkan Dongeng Si Kancil Melawan Si Raja Kera, yang akan dilanjutkan ke bagian ke duanya. bagaimana kelanjutannya? di simak ya…

Sumber gambar : File pribadi

Pada dongeng sebelumnya di ceritakan bahwa si Kancil terjebak oleh perangkap pemburu dan tidak bisa melepaskan diri, dan si Kancil sudah di anggap tewas oleh Si Raja Kera dan teman-teman Si Kancil yaitu Si Bani kelinci dan Si Topan tupai.

Benarkah demikian, benarkah si Kancil sudah mati? mari kita ceritakan tentang keadaan Si kancil yang masih tergelantung di atas perangkap? apakah benar Si kancil sudah mati tergantung? ternyata tidak, sikancil masih hidup dan terus berusaha melepaskan dirinya dari jeratan tali perangkap itu. Sudah berkali-kali Si kancil berusaha melepaskan diri, namun tetap tidak berhasil melepaskan kakinya dari jerat tali itu. “Ternyata tali ini benar-benar kuat..Aku tak mampu melepaskan diri. Kalau seperti ini..Bisa-bisa aku benar-benar tertangkap pemburu nih..Aku harus cepat-cepat cari akal untuk melepaskan diri ..”.pikir si kancil.

Si kancil benar-benar dalam kebingungan, dan di saat si kancil sedang berpikir, tiba-tiba datang tiga ekor merpati yang hinggap di pohon itu.”Hey Cil Kamu ngapain gelantungan di atas pohon, kayak enggak ada kerjaan aja?” Tanya salah satu merpati itu. Mendengar suara itu si Kancil terkejut karena sepertinya dia kenal dengan suara itu, kemudian Si kancil menoleh ke atas pohon.”Hey teman-temanku, meri, ceri dan peti..! sukurlah kalian berada disini. Kata kancil senang. “Kami baru saja pulang dari rumah kakek Kutut, kebetulan kami lewat sini lalu kami melihat kamu tergelantung di pohon ini. Memangnya bagaimana ceritanya sampai kamu bisa terjebak di perangkap ini?”.Tanya si Peti.

Gambar hanya illustrasi

Kemudian si kancil pun menceritakan semua hal yang dia alami bersama si bani dan topan kepada ketiga merpati itu. “Nah..begitulah ceritanya sekarang Kalian sudah tahu ceritanya, teman-teman..sekarang aku sangat membutuhkan bantuan kalian sebelum para pemburu itu datang dan menangkapku.” Pinta si kancil. “Apa yang harus kami lakukan untuk menolongmu cil?”.Tanya Si Meri.

“Buanglah kotoran kalian di atas tubuhku sebanyak-banyaknya, kalau bisa lumuri saja seluruh tubuh ku dengan kotoran kalian, Kalian tidak usah banyak tanya alasanya apa, yang penting lakukan saja. Dan setelah itu, cepat-cepat kalian pergi sebelum para pemburu datang..”.Perintah si kancil. Tiga burung merpati itu pun segera melakukan perintah si kancil, setelah semuanya selesai dan di rasa cukup..kemudian mereka bergegas pergi meninggalkan si kancil.

Si Kancil memang benar-benar cerdik, sulit untuk di tebak, Apa sih sebenarnya rencana si kancil ini? Adik-adik ada yang tau, apa rencana si kancil untuk meloloskan diri? kalau tidak ada yang bisa menebak, kita ikuti saja lagi kelanjutannya dongengnya ya…

Tidak berapa lama setelah tiga merpati itu pergi, kemudian para pemburu itu pun datang, lalu mereka melihat tubuh si kancil yang tergantung terkena perangkap yang mereka pasang. “Hei abang coba lihat apa yang sudah kita tangkap hari ini..Seekor kancil bang..!”.Kata pemburu itu kegirangan.

“ya  ya ya ..Tapi… kelihatannya kancil itu sudah membusuk dan bau, mungkin kancil ini sudah beberapa hari  terjebak dalam perangkap dan mati kelaparan. Kita kan sudah satu minggu lebih tidak menengok perangkap kita  karena kita harus  pergi ke kota dulu  untuk menjual hasil buruan. Adik, coba kamu lihat, tubuhnya saja sudah menghitam, berbau busuk dan di kerubungi banyak lalat..”.Kata pemburu yang di panggil abang. Rupanya pemburu itu adik kakak.

“Wah..iya bang Sepertinya benar kata abang..Lalu harus kita apakan bangkai kancil  ini?”. Tanya Si adik. “kita turunkan saja, lalu kita buang ke hutan biar jadi makanan harimau atau hewan lainnya, memangnya kamu mau bangkai busuk? di jual juga pasti tidak akan laku, Setelah itu kita pasang lagi perangkapnya..”.Jawab Si abang.

“Baik bang kalau begitu..”.Kata si adik…lalu kemudian si adik pemburu itu melepaskan tali perangkap yang menjerat si kancil. Kemudian mereka bersama-sama menggotong tubuh si kancil dan membuangnya ke dalam hutan, lalu mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah memastikan para pemburu sudah pergi jauh, kemudian si kancil yang dari tadi pura-pura mati segera bangun, Si Kancil merasa senang karena rencananya benar-benar berhasil. Setelah itu, Si kancil pun kemudian membersihkan diri di sungai, lalu pergi menuju ke markas Si raja kera untuk menagih janji yang jadi taruhan Si raja kera.

Sesampainya di markas si raja kera, si kancil kemudian berteriak…” Hey raja kencing di bokong, lihat…! aku berhasil lolos dari perangkap dengan selamat…!” mendengar suara itu tentu saja Si Raja Kera dan para kera yang lainnya dan tentu saja kedua temanya juga dibuat terkejut dengan kembalinya si kancil dengan selamat. Mereka semua tak percaya dengan apa yang mereka lihat, si kancil bisa berhasil selamat tanpa ada luka sedikit pun.

“Hai Raja kong..kenapa kau bengong..? Sekarang tepati janji mu itu..Lihat, aku menang taruhan seperti yang ku katakan padamu sebelumya..Hehehe… “.Kata si kancil sambil tertawa mengejek.

Sumber gambar : File pribadi

“Ba..Ba..Ba..Bagaimana kau bisa selamat hey anak kancil? Sungguh di luar duga’an..ini tidak mungkin, ini tidak masuk akal..”.Tanya si raja kera sambil tergagap-gagap tak percaya.

“hehehe..Sudahlah kong..kamu tidak perlu tahu, bagaimana cara aku meloloskan diri dari perangkap itu, itu tidak penting, yang penting sekarang aku sudah membuktikan ucapanku dan sekarang kamu juga harus menepati janji kamu….Adilkan… “.Jawab si kancil.

“Hahahaha..baiklah…aku mengaku kalah..kamu memang hebat anak kancil..dan sebagai raja, aku pasti akan menepati janji ku demi kehormatanku. “Hey dengarkan oleh kalian semua …! Aku dan semua rakyat ku tidak akan menjarah lagi..aku akan menjadi kera-kera yang baik dan bersahabat kepada semua hewan yang ada di hutan Pupul ini, dan aku juga akan menyebarkan semua kisah tentang kehebatanmu keseluruh pelosok hutan, agar mereka mengenal dan mengetahui akan kehebatan mu”. teriak Si Raja Kera di hadapan semua yang hadir di tempat itu.

Setelah semuanya selesai,  lalu si kancil pun berpamitan kepada Raja kera dan mengajak kedua temanya untuk kembali ke desa. Betapa bahagia dan senangnya teman-teman si kancil, akhirnya mereka bisa pulang ke desa dan berkumpul lagi bersama keluarga. Dan setelah kejadian itu suasana desa pun menjadi tenang dan tentram, sudah tidak ada lagi gangguan dan penjarahan yang di lakukan oleh Si raja kera dan kelompoknya, mereka hidup tenang berdampingan dengan penuh persahabatan. TAMAT…

Demikianlah adik-adik sahabat Ka cengeng semua, akhir dari petualangan si kancil dan teman-temannya yang cukup menegangkan, mudah-mudahan Adik-adik bisa mengambil pelajaran yang baik dari dongeng ini, Ka Cengeng mohon maaf bila ada kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, jangan lupa belajar ya, sampai jumpa dalam pertemuan selanjutnya, Wassalamualaiku Warohmatullahi Wabarokatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *