Dongeng Puteri Gagak Hitam – Karya Ka Cengeng

Posted on

Dongeng Puteri Gagak Hitam – Assalamualaikum adik-adik semua dan para bundanya tercinta yang selalu setia mengikuti blog dongeng dariKa Cengeng, semoga kalian selalu di berkahi oleh Allah Subahanahu Wataa’ala dan senantiasa sehat walafiat, aamiin..

Kali ini Ka cengeng akan kembali mempersembahkan hasil karya Ka cengeng sendiri yang berjudul Dongeng Puteri Gagak Hitam, sebuah dongeng yang berlatar belakang kerajaan jaman kuno. Namun sebelum Ka cengeng memulai dongengnya, terlebih dahulu Ka Cengeng infoemasikan untuk para pengunjung dan pembaca blog Kacengeng.com, apabila ingin menyebar luaskan dari blog ini, terutama dari hasil karya Ka Cengeng, Ka cengeng harap untuk mencantumkan link sumber beserta nama pengarangnya, baik terima kasih atas perhatiannya, mari kita mulai saja dongengnya.

Gambar hanya illustrasi, sumber gambar : Google Image

Pada suatu hari di tengah hutan yang lebat terdengarlah gemuruh kaki kuda dan suara orang yang berteriak begitu ramainya, ada apakah gerangan?, oh..ternyata ada sebuah pasukan dari sebuah kerajaan Purwa Loka, yang sedang melakukan perburuan di tengah hutan.

“Bagaimana Paman Hulubalang…apakah kita berhasil menangkap rusa itu..?” Kata Sang Pangeran bertanya kepada Hulubalang.
“oh iya sepertinya begitu raden, nanti hamba periksa dulu apakah rusa itu berhasil terkena anak panah kita” Jawab sang hulubalang.
“kalau begitu cobalah paman periksa kearah balik pohon besar itu, apakah rusa itu ada di sana atau tidak” Perintah sang pangeran.
“Baik Raden, akan hamba lihat” jawab hulubalang sambil berjalan menuju pohon besar yang di tunjuk oleh Pangeran.
“Bagaimana Paman, ada apa tidak rusanya..?” tanya sang pangeran agak berteriak dari kejauhan.
“Maaf Raden, rusanya tidak ada, tapi hanya ada seekor burung gagak yang terkena anak panah, cobalah Raden lihat ke sini”. Jawab hulubalang.

Sang pangeranpun kemudian menghampiri pohon itu dengan menunggangi kudanya, dan benar saja dia melihat seekor burung gagak berwarna hitam yang cukup besar. Rupanya burung gagak itu terserempet ank panah sang Pangeran dan terluka cukup parah.

Gambar hanya illustrasi, sumber gambar : Google Image

Entah mengapa di dalam hati sang Pangeran ada rasa iba melihat burung gagak itu, dia seakan merasa bersalah telah melukai burung itu walau tak sengaja. Kemudian sang pangeran turun dari atas kudanya, lalu menghampiri burung gagak itu, kemudian dia menatap burung gagak yang tergeletak tak berdaya dengan penuh belas kasih.
Kemudian sang pangeran mengambil burung gagak itu dan memandanginya, kemudian berkata, “Paman aku ingin membawa pulang Burung gagak ini, dan akan merawatnya di istana, perburuan hari ini kita hentikan saja, ayo kita pulang ke istana” Titah sang Pangeran.

Maka pulanglah seluruh pasukan kerajaan yang mengantar sang pangeran berburu di hutan. sesampainya di istana, pangeran langsung di tanya oleh sang raja, “Ananda..mana hasil buruannya, ayahanda sudah tak sabar ingin menikmati daging rusa hasil burunamu”.

“Maaf ayahanda..ananda tidak membawa hasil buruan hari ini, karena rusa yang ananda buru berhasil meloloskan diri, tapi aku membawa seekor burung gagak ayahanda,”. Kata sang Pangeran sambil memperlihatkan burunggagak yang di pegangnya.

“Burung gagak.untuk apa burung gagak kamu bawa pulang..?” Tanya sang Raja.
“Iya Ayahanda..burung gagak ini secara tidak sengaja terkena anah panah ananda, dan ananda merasa kasihan melihatnya, kemudian ananda bawa pulang untuk di rawat supaya bisa pulih kembali keadaannya, hitung-hitung ananda menebus kesalahan ananda pada burung ini.”Jawab Sang Pangeran.

“Iya tidak apa-apa ananda, itu bagus sekali, Ayah bangga mempunyai anak sepertimu, yang mempunyai belas kasih yang tinggi, bukan hanya kepada sesama, tetapi juga pada mahluk lain yang lemah”. Ujar sang Raja dengan bangga.
Kemudian sang Pangeran menyuruh pegawai istana untuk membuatkan sangkar burung yang sangat bagus untuk si Gagak. Si gagak pun kemudian di rawat di istana dengan telaten oleh sang pangeran. Hari demi hari keadaan si Gagak semakin membaik, dia sudah mulai bisa meloncat-loncat di dalam sangkar.

Pada awalnya sang pangeran hanya berniat untuk merawatnya dan apabila sudah sembuh, burung gagak itu akan di lepas kembali. Namun entah mengapa pikiran itu berubah, setelah berhari-berhari selalu bersama si gagak, ada perasaan aneh yang menyelimuti hati sang pangeran, entah mengapa dia merasa sayang dan merasa dekat dengan burung itu, kemudian sang pangeranpun memutuskan untuk tetap memelihara burung itu di istana, walaupun sebagian orang ada yang mengatakan bahwa burung gagak itu bukan burung peliharaan dan kurang baik menurut mitos masyarakat. Namun sang Pangeran tetap akan memeliharanya di istana.

Dan benar saja, pada suatu hari Sang Pangeran jatuh sakit, istanapun di buat gempar dengan berita sakitnya sang pangeran. Sang Raja dan para pembesar istana kemudian mencari tabib ke seluruh negeri untuk mengobati sang Pangeran. Namun tidak satupun yang berhasil, sudah 15 hari lamanya sang Pangeran terbaring sakit, sang Raja semakin bingung, bagaimana caranya mengobati sang Pangeran.
Hingga akhirnya pada suatu hari Sang Raja mengadakan sebuah sayembara, yang di sebarkan ke seluruh negeri dan kerajaan-kerajaan tetangga.

“BARANG SIAPA YANG BISA MENYEMBUHKAN PENYAKIT SANG PANGERAN, APABILA DIA SEORANG PEREMPUAN DAN MASIH GADIS MAKA AKAN DINIKAHKAN DENGAN SANG PANGERAN. APABILA DIA SEORANG LAKI-LAKI MAKA DIA AKAN DI ANGKAT MENJADI ADIK ANGKAT PANGERAN DAN AKAN DI BERI KEKUASAN DI WILAYAH SELATAN KERAJAAN SEBAGAI TUMENGGUNG”
Begitulah bunyi sayembara itu.

Sejak di umumkannya sayembara itu, istana kerajaan tak henti-hentinya ramai di kunjungi orang dari berbagai pelosok negeri, untuk berlomba mengobati sang Pangeran. namun dari semuanya itu, tak ada satupun yang mampu berhasil mengobati sang pangeran. Sang Raja sangat sedih, dia sudah kehabisan cara untuk menyembuhkan sang Pangeran.

Disaat semua orang dalam kebingungan, tiba-tiba paman patih angkat bicara. “Maaf Baginda…hamba hanya berpraduga saja, mungkin sakitnya sang Pangeran ada kaitannya dengan burung gagak ini” . Kata sang patih sambil menunjuk dengan ibu jarinya ke arah sangkar burung gagak.

Sang Raja terperanjat kaget dan berkata, “Ya Tuhan..kenapa aku sampai lupa dengan burung gagak ini, kamu benar paman Patih, mungkin ada kaitannya sakitnya sang pangeran dengan burung gagak ini, aku khawatir pangeran terkena kutukan burung gagak ini, karena dulu pangeran telah melukai gagak ini.” Kata sang Raja
“Lalu kita harus bagaimana Paman Patih,”Kata sanga raja bertanya
“Bagaimana kalau kita bunuh saja burung gagak ini Baginda”. Jawab sang patih
“Baiklah kalau itu adalah jalan terbaik, prajurit..keluarkan burung itu dari sangkarnya lalu bunuh.” Perintah sang raja kepada salah seorang prajurit.

Maka prajuritpun langsung melaksanakan titah sang Raja, dia menghampiri sangkar burung gagak itu dan mulai membuka pintunnya. Burung gagak yang melihat ada yang mau menagkapnya dia berteriak, “Koak..koak..koak..”sambil loncat kesana kemari didalam sangkar. Mendengar ke gaduhan itu, sang pangeran kaget dan membuka matanya, dia melihat burung gagak yang berteriak-teriak hendak di tangkap.

“Hey prajurit mau kau apakan burungku itu, ” Tanya sang pangeran dengan suara lirih.
Sang prajuritpun kemudian menengok kearah sang pangeran, maka kesempatan itu di manfaat oleh burung gagak untuk meloloskan diri dan keluar dari sangkar. Belum sempat prajurit menjawab pertanyaan sang pangeran, burung gagak itu terbang kearah sang pangeran dan hinggap di atas tubuh sang pangeran, kemudian dengan paruhnya burung gagak itu mematuk-matuh bagian pusar sang pangeran sebanyak 7 kali. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu, hanya terpukau saja dan merasa aneh dengan kelakkuan si gagak.

Dalam keadaan seperti itu tiba-tiba sang pangeran bangun dari pembaringannya, dengan wajah yang ceria, seakan-akan tidak pernah sakit. Dan dengan raut wajah yang gembira sang pangeran berkata, “Ayahanda aku sudah sembuh seperti sedia kala, burung gagak ini sudah menyembuhkan aku”. Kata sang Pangeran agak berteriak kegirangan.

Sang Rajapun amat kegirangan, dia bahagia bukan kepalang, anak satu-satunya penerus tahta kerajaan sudah sembuh dari penyakitnya. Namun dalam luapan kebahagiaan itu, tiba-tiba sang Raja termangu dan tertunduk diam, raut wajahnya menunjukan sebuah kebingungan. Melihat sang Ayah terlihat bingung, sang pangeran pun bertanya, “Ada apa ayahanda..wajahmu seperti menyimpan kebingungan..bukankanh aku sudah sembuh, seharusnya Ayahanda merasa bahagia, dengan kesembuhanku”. Tanya Pangeran.

“Ayah sangat bahagia atas kesembuhanmu, tapi ayah bingung memikirkan sayembara yang telah ayah ucapkan, sewaktu kamu masih sakit, mana mungkin ayah akan mengawinkan kamu dengan burung gagak itu, tapi ayah ini adalah seorang raja, maka ayah harus tetap memenuhi janji ayah untuk mengawinkanmu, pada orang yang telah menyembuhkanmu.” Ujar Sang raja dengan penuh kebingungan.

Semua orang yang hadirdalam istana semua merasa kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa. Sang Pangeranpun bingung, sambil mengelus-elus kepala burung gagak dengan penuh kasih sayang, sang pangeran memikirkan nasib dirinya. Namun tiba-tiba semua di kagetkan oleh suara burung gagak yang berteriak sambil meloncat dari pegangan sang pangeran..“Koak..koaaakk..koaaakk….”

Dan terjadilah sebuah keanehan yang luar biasa, tiba-tiba burung gagak itu berubah menjadi seorang putri yang cuuaaantik sekali. Semua orang yang hadir terperanjat kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. “Sissiapa kamu wahai gadis cantik ..”tanya sang pangeran terbata-bata?”

“Aku adalah putri dari kerajaan sebrang, pada suatu hari, aku ingin mencari bunga dan melihat indahnya pemandangan di sekita kerajaanku, tanpa kusadari aku sudah berjalan jauh sampai ke pinggir sebuah hutan. Di saat aku sedang asyiknya berisitirahat di pinggir hutan itu, tiba-tiba ada nenek yang berwajah seram menangkapku dan membawanya ketengah hutan yang sangat lebat. Sesampainya di sana aku disekap selama berbulan-bulan, tidak cara bagiku untuk meloloskan diri.Namun pada suatu, ketika nenek itu pergi keluar dan mencari makanan, tanpa sengaja aku melihat sebuah kitab ilmu sihir yang tergeletak di kediaman si nenek itu, rupanya nenek itu adalah seorang nenek sihir. Diam-diam aku membaca dan mempelajarinya, sampai pada akhirnya aku membaca sebuah mantra, tiba-tiba aku berubah menjadi seekor burung gagak hitam. aku kaget dan takut karena aku tidak tahu bagaimana cara mengembalikan tubuhku kembali menjadi manusia.Dalam keadaan seperti itu tiba-tiba nenek sihir itu pulang, dia mencari-cariku tapi tidak ketemu, sampai akhirnya dia melihatku dalam bentuk burung. Dan rupanya dia tahu aku sudah berubah menjadi burung dan berkata bahwa aku telah lancang membaca kitabnya, dan aku tidak akan berubah kembali menjadi manusia, kecuali ada seorang laki-laki yang mengelus-elus tubuhku dengan penug kasih sayang yang tulus, dan akhirnya Raden Pangeran telah menolongku hari ini, terima kasih Pangeran kamu telah menolong aku menjadi manusia kembali, begitulah ceritanya Raden”. Kata Sang Puteri Gagak Hitam bercerita dengan panjang lebar. Dan semua orang yang hadir di istana mendengarkan cerita puteri itu dengan penuh seksama.

Oh..jadi begitu ceritanya..bersyukurlah kepada Tuhan, karena kita semua sudah diberi keselamatan” Kata sang Raja dengan penuh kebijakan.

“Sekarang..Ayah akan bertanya padamu puteri..maukah kamu menikah dengan Pangeran Rafasya, anaku ini”? Tanya sang raja kepada puteri

“Tentu saja mau, Baginda..karena Pangeran Rafasya telah menyelamatkan jiwaku, apalagi Dia adalah seorang laki-laki tampan yang baik hati”. jawab sang puteri sambil tersipu malu.

Gambar hanya illustrasi, Sumber gambar Google image

Sang raja dan semua penghuni istana merasa lega dan bahagia, karena semua kesusahan dan kesulitan sudah beralu dan berganti dengan kebahagiaan. Akhirnya Pangeran Rafasya dan Puteri gagak hitam menikah dengan meriah dan penuh suka cita, seluruh negeri menyambut pernikahan pengeran dan puteri gagak hitam dengan penuh kebahagiaan. Kerajaan pun menjadi damai, aman, tentram dan sentosa.

Demikianlah cerita Dongeng Puteri Gagak Hitam, semoga dalam dongeng ini, Adik-adik dan para bunda bisa mengambil pelajaran. Namun sebelum berpisah, Ka Cengeng mau bertanya sama Adik-adik semua, apakah kebahagiaan Sang pangeran dan sang puteri gagak hitam kan berlangsung lama? Ada yang tahu jawabannya? atau mau tau jawabannya? Kalau mau jawabannya ikuti kisah selanjutnya dalam Puteri Gagak Hitam Dan Nenek Jelantik….sampai jumpaaa..jangan lupa belajar yaaaa….

 

2 thoughts on “Dongeng Puteri Gagak Hitam – Karya Ka Cengeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *