Dongeng Kesombongan Si Kancil dan Kebijaksanaan Si Siput – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Dongeng Kesombongan Si Kancil dan Kebijaksanaan Si Siput – Hallo..Apa kabar Adik-adik, sobat Ka Cengeng ? pasti baik ya? Ka Cengeng selalu berharap semua Adik-adik beserta para bundanya dalam keadaan sehat tak kurang suatu apapun. Amiin..!! Pada  hari ini Ka Cengeng akan membawakan dongeng terbaru yang siap menhibur Adik-adik semua, dengan judul Dongeng Kesombongan Si Kancil dan Kebijaksanaan Si Siput, baik langsung saja kita mulai dongengnya.

Gambar hanya illustrasi, sumber gambar : Google Image

Nama Si Kancil memang sudah termasyur di wilayah hutan dan para binatang, Sikancil terkenal pintar dan cerdas dalam menghadapi segala situasi, selalu mempunyai jalan keluar di setiap masalah, namanyapun semakin melegenda saja.

Nama si kancil yang semakin melambung, bagaikan artis yang sedang naik daun, selalu menjadi perbincangan para binatang lain dalam setiap saat dan suasana, membuat hati Si kancil lambat laun di rasuki rasa tinggi hati dan sombong . Si Kancil meras dirinyalah yang paling hebat dan paling pandai diantar para binatang lainnya, dia menganggap binatang lain semuanya bodoh, lama kelamaan sikapsombongnya ini semakin menjadi-jadi saja.

Pada awal pertamanya si kancil bukannlah hewan yang sombong, walaupun di nakal dan jahil, tapi sebenarnya si kancil sifatnya baik dan suka menolong. Namun pada beberapa hari yang lalu sikancil berhasil mengalahkan si zebra pada perlombaan lari, maka nama si kancil pun meroket laksana selebriti saja, di di sanjung dan di puja oleh hewan-hewan lainnya, sebagai binatang tercepat di hutan itu.

Dan ternyata, ketenaran namanya itulah yang membuat sikancil , merasa dipuja dan di gandrungi oleh binatang lainnya sehingga rasa sombong itu tumbuh dalam hatinya tanpa dia sadari. di dalam setiap kesempatan Dia selalu mengumumkan dan menceritakan kehebatanya waktu mengalahkan si kuda Zebra ke semua binatang lainnya , tentu saja dengan gaya yang agak sombong.

Lama Kelamaan kesombongan si kancil sampai juga ke telinga Si siput. Si siput adalah sahabat karib sikancil sejak dulu.  Si siput merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi dalam diri sikancil, karena si siput tahu benar, bahwa si kancil bukanlah binatang yang mempunyai sifat sombong dan tinggi hati. Bahkan si siput sendiri mempunyai hutang nyawa kepada sikancil, karena dulu sikancil pernah melematkan nyawanya ketika ada seekor ayam hutan yang mematuk cangkangnya hendak memakannya, kalau seandainya tidak di tolong sikancil, mungkin si siput sudah jadi santapan lezat ayam hutan itu.

Karena dasar itulah si siput tidak percaya kalau si kancil menjadi hewan sombong dan tinggi hati, oleh karena itu si siput merasa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan si kancil supaya tidak lupa diri akan ketenarannya. Ya  hitung-hitung sebagai bentuk balas budi kepada sikancil atas kebaikannya dulu menyelematkan dirinya, Begitu lah suara hati si siput pada waktu itu.

Ahirnya, pergilah si siput menemui sahabat lamanya. Yaitu si kancil.
“Hai kancil sahabat ku, ku tahu kini nama mu mulai terkenal di seluruh hutan. Bukan hanya di kawasan hutan, tapi juga di luar wilayah hutan ini”. Kata siput membuka pembicaraan.
“Oh tentu saja siput teman ku, itu semua karena mereka mengakui kehebatan ku. Hahaha.. “. Kata kancil dengan sombongnya.

Si siput menghela nafas panjang mendengar jawaban itu. Ternyata kancil yang sekarang telah jauh berbeda dengan kancil yang pernah menolongnya dahulu. Dulu si kancil sangat baik, rendah hati, dan tak pernah memiliki sifat sombong. Tapi ternyata ketenaran akan namanya telah merubahnya hingga sejauh ini. Siput merasa perihatin melihatnya.

“Tapi kancil sahabat ku, janganlah semua ketenaran itu membuat mu lupa diri. Karena kehebatan bukanlah segalanya, itu hanya ujian agar kau mampu mengendalikan hawa nafsumu”. Kata siput dengan bijak.

“Apa maksud mu? Apakah menurut mu aku sombong? Aku hanya berkata sesuai kenytaan saja. Memang  kenyataanya aku kok…sehebat apa  yang mereka katakan”. Jawab kancil dengan nada sombong.

“Apakah benar begitu? Ingat kawan, di atas langit masih ada langit, di atas yang hebat pasti masih ada yang lebih hebat Dan sehebat apapun diri mu, pasti masih ada yang lebih hebat dari mu. Dan itu mungkin saja aku mengalahkan mu”. Kata siput.

“Hahaha.. apa katamu siput…Binatang kecil seperti mu mau mengalahkan ku? Bahkan jika dulu aku tak menolong mu, kau sudah mati di patok ayam, sekarang kamu mau mnegalhkan aku… apa kamu sedang bermimpi?”. Kata kancil mengejek.

Walaupun di ejek oleh si kancilnamun Si siput berusaha untuk tidak marah, dia hanya menerima ejekan kancil dengan sabar. Karena memang tujuan si siput hanya untuk menyadarkan si kancil dari ke khilafanya.

“Tapi mungkin saja kau memang bisa ku kalahkan. Tak ada yang tahu kan kalau belum di coba?”. Ungkap siput.

“Jadi kau berniat menantang aku?”. Tanya si kancil sedikit terpancing emosi.

“Jika dengan cari ini, aku bisa menyadarkan mu dari kesombongan mun aku siap untuk mengalahkan mu, dan aku katakanpadamu .. iya, aku menantang mu”. Kata si siput dengan lantang dan penuh percaya diri.

“Waaaaah berani benar kamu siput… kamu ini hanya  pecundang jangan sok  berlagak pahlawan deh…. Tapi baiklah jika itu maumu. Lalu, lomba macam apa yang kau inginkan siput ?”. Tanya si kancil dengan congkaknya.

Kita akan lomba lari sebagaimana ketika kau lomba lari dengan si kuda zebra. Tapi karena aku sulit berjalan di darat, aku akan lewat jalur sungai. Dan “siapa yang ada di muara” terlebih dulu, dialah pemenangnya”. Kata siput.

“Huahaha.. Binatang lamban seperti mu mau menantang aku lomba lari? Baiklah jika itu kemauan mu, akan ku turuti”. Jawab kancil.

Setelah tiba pad waktu yang telah di tentukan, maka si kancil dan si siput pun mulai melakukan lomba lari. Si kancil melalui jalan darat, sedangkan siput yang bijak itu melewati sungai. Dengan percaya diri si kancil berlari dengan sekuat tenaga, hingga di merasa lelah dan berheti di bawah pohon di tepi sungai.

“Si Siput yang lamban dan bodoh itu pasti sudah tertinggal jauh. Tak ada salahnya aku istirahat dulu sebentar di sini. Lagi pula, si siput itu tak akan mungkin mampu mengejar ku. Pasti dia sudah menyerah kala karena kelelahan. Hahaha..”. Kata hati si kancil sambil bersandar pada pohon.

Namun pada saat si kancil baru saja mau beristirahat, tiba-tiba si siput memanggilnya dan berteriak dari kejauhan. Ternyata si siput telah berada jauh di depan kancil.
“Hai kancil, sedang apa kau di situ? Ayo cepat kejar aku”. Teriak siput.

Si kancilpun terkejut dan kembali berlari sekuat tenaga untuk mengejar siput yang sudah ada di depanya. Dia takut siput akan mengalahkanya, pasti itu akan menjadi hal yang memalukan. Hingga si kancil kelelahan dan ingin beristirahat, hal tersebut terus berulang. Siput selalu saja sudah berada jauh di depanya.

Dan ahirnya, dengan tubuh lemah karena kelelahan si kancil tiba di muara. Tapi si siput ternyata sudah ada di sana. Dan ahirnya si kancil mengaku kalah, dan berjanji akan memperbaiki semua sikapnya. Kini dia mulai sadar, bahwa sikap sombongnya selama ini adalah salah. Dan si kancil pergi meninggalkan si siput dengan banyak pertanyaan yang tak mampu dia jawab. Rasa malunya telah menahan dirinya untuk bertanya lebih jauh.

Lalu, bagaimana siput yang lamban itu mampu mengalahkan si kancil? Ternya, si siput menggunakan trik husus. Dia menyuruh teman-temanya berjajar di sepanjang sungai. Dan ketika ada si kancil, maka siput yang terdekat denganya akan menampakan diri pada si kancil. Karena bentuk mereka sama, maka si kancil tak sadar akan hal itu. Sehingga si kancil mengiri siput yang di lihatnya adalah siput yang sama di awal lomba. Padahal itu adalah siput lain yang memiliki bentuk yang sama persis.

Jadi, apakah siput berbohong? . Jawabanya TIDAK. Karena jika di baca dengan teliti, siput berkata “siapa yang ada di muara lebih dulu”. Dan bukan berkata “siapa yang sampai muara lebih dulu”. Dan penggunaan ke dua kata ini tentu memiliki arti yang berbeda. Dan ternyata yang “ADA” di muara lebih dulu adalah siput. Tapi karena kesombongan dan emosinya, si kancil tak memperhatikan hal ini.

Adik-adik dan bunda tercinta, ada sebuah pelajaran yang dapat kita ambil dari dongeng ini salah satunya adalah.. Jangan bersikap sombong dan mudah emosi, karena itu akan membuat kita tidak bisa berfikir secara jernih dan bijaksana. Dan dari cerita ini kita juga dapat melihat bahwa, kekuatandan nafsu itu bisa kalah oleh akal dan kesabaran.

Demikian Dongeng Kesombongan Si Kancil dan Kebijaksanaan Si Siput, semoga bermanfaat, sampai berjumpa pada dongeng dan cerita berikutnya, Seperti biasa Ka cengeng minta maaf bila ada kesalahan dan kekeleliruan dalam tulisan ini, jangan lupa terus semangat belajar ya…sampai jumpa…

TAMAT

Sumber Referensi : Di ambil dan disadur ulang dari  dongengterbaru.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *