Dongeng Si Kerbau dan Si Monyet – Bersama Ka Cengeng

Posted on

Dongeng Si Kerbau dan Si Monyet – Pada zaman dahulu kala, terdapat seekor monyet yang terkenal sangat nakal. Dia memakan dengan rakus dan suka sekali mencuri tanaman dan buah-buahan milik petani. Perbuatannya yang di anggap sudah keterlaluan, membuat para petani marah. Sehingga para petani itu mulai menjaga kebun mereka dengan sangat ketat dengan memasang berbagai macam perangkap. Hal itu  membuat Si monyet yang nakal ini menjadi kebingungan,” bagaimana aku bisa mencuri lagi kalau keadaannya seperti ini, karena jika aku sampai tertangkap, pasti para petani itu akan membunuhku,”Gumam Si Monyet dalam hati.

Ketika pada suatu pagi hari,  setelah bangun tidur Si monyet kemudian duduk santai sambil termenung menahan rasa lapar di bawah sebuah  pohon, karena sudah dari kemarin dia belum makan, tiba-tiba dia melihat banyak burung-burung yang sedang terbang dengan membawa buah anggur yang terlihat masih segar. Melihat hal itu, Si monyet semakin merasa lapar saja, tidak terasa air liur si monyet mulai berjatuhan membasahi bulunya.

Kemudian Si monyet berteriak pada kawanan burung-burung itu..” Hai burung kawanku , dari manakah  kalian mendapatkan buah anggur yang segar itu?”. Mendengar ada yang memanggil, burung-burung itupun berhenti dan bertengger di atas dahan sebuah pohon yang di bawahnya ada Si monyet. Sambil mematuk-matuk buah anggur, burung-burung itupun menjawab..” Kami mendapatkan buah anggur ini dari kebun di seberang sungai nyet. Para petani di sana baik hati. Mereka tak akan mengusir atau menangkapmu kalau kamu hanya mengambil buah yang sudah terjatuh ke tanah, asal jangan kau ambil buah yang masih ada di pohonya”. Jawab burung-burung itu.

Mendengar informasi seperti itu, tentu saja membuat Si monyet menjadi sangat senang. Diapun segera bergegas pergi menuju ke kebun di seberang sungai, Si Monyet sangat beruntung, karena waktu itu air  sungai dalam keadaan sedang surut sebab sedang memasuki musim kemarau, jadi Si monyet dapat dengan mudah menyeberangi sungai menuju ke kebun itu. Tapi memang dasar Si rakus, sesampainya di kebun itu, Si monyet lupa akan kata-kata si burung, yaitu jangan memakan buah yang masih berada di pohonnya. Si monyet kemudian memakan seluruh buah anggur di kebun itu. Baik yang sudah jatuh ke tanah, ataupun yang masih berada di pohonnya, dengan rakusnya habis di makan Si monyet.

Hampir setiap hari Si monyet mengulangi hal seperti itu, Dia memakan dan mencuri buah anggur di kebun itu, sehingga para petani di seberang sungai kini mulai marah. Sekarang mereka mulai tidak seramah dulu, bahkan burung-burung yang tidak bersalahpun ikut terkena imbasnya, mereka juga di usir bila berada di dalam kebun itu. Para petani itu tidak tahu, kalau yang merusak tanaman dan buah mereka adalah ulah Si monyet. Meskipun para petani sudah menjaga kebunnya, tapi tetap saja Si monyet bisa dengan mudah dan  leluasa melakukan aksi nakalnya itu. Karena penjagaan yang di lakukan oleh para petani itu tidak begitu ketat, si monyet masih bisa mencari peluang untuk mencuri anggur di kebun itu. Karena merasa leluasa mencuri, dari hari kehari Si monyet semakin serakah saja, Dia memakan, mencuri dan merusak kebun anggur itu.

Hari demi hari Si monyet terus mencuri di kebun itu, tidak terasa, waktu sudah memasuki musim hujan. Dan si monyet masih saja terus melakukan pencurian tanpa mau peduli dengan keluh kesah para petani yang mulai merugi. Si monyet dengan sangat serakah dan rakus, Dia hanya memikirkan kepentinganya sendiri saja tanpa memikirkan bagaimana nasib petani yang merugi karena ulah nakalnya. Namun pada suatu hari, Si monyet yang bermaksud akan  menyeberang sungai, ternyata air sungai itu sudah meluap karena guyuran hujan tadi malam. Melihat Hal itu Si monyet merasa sangat kebingungan, Dia tidak bisa pergi lagi kekebun itu, sebab dia tak bisa berenang.

Tapi Si monyet tidak kehilangan akal, selain mempunyai sifat rakus dan serakah Si Monyet juga mempunyai sifat licik, kemudian dia pun termenung sambil berpikir untuk mencari jalan supaya dia bisa menyeberangi sungai itu. Kemudian, dia teringat pada sahabat lamanya, yaitu Si kerbau. Kerbau adalah hewan yang cukup pandai dalam hal berenang, dia adalah perenang yang ulung.

“Akhirnyaaa, aku dapat ide juga,”teriak Si monyet sambil meloncat-loncat. Kemudian Si monyetpun pergi menemui si kerbau. Setelah sampai di kediaman Si kerbau Si monyetpun  mulai merayunya. “Hai kerbau sahabat ku, sudah lama kita tak bersua. Kenapa badan mu sekarang terlihat agak kurus?”. Tanya monyet. “Ah, masak? menurutku dari dulu sampai sekarang tubuh ku tetap begini. Kau saja yang sekarang terlihat tambah gemuk”. Jawab si Kerbau. “Hehehe.. Bagaimana aku tidak betambah gemuk? kalau Aku bisa makan enak setiap hari. Ada Petani  di seberang sungai sana, yang selalu memberi aku makanan enak. Aku di perbolehkan menghabiskan semua buah yang ada di kebunnya”. Kata si monyet mulai berbohong.

“Wah….yang  benar nyet? kamu tidak bohong..? Beruntung sekali kamu .. Pantas saja sekarang kamu tambah gemuk saja”. Kata si kerbau sambil penuh tanya. “Tapi kerbau, makanan di sana itu sngat banyak, bahkan terlalu banyak untuk ku. Aku tidak sanggup untuk menghabiskanya sendirian, aku bermaksud ingin mengajakmu maukah kau menemani ku ke sana dan kita makan berdua. dengan sepuasnya,”. Si monyet mulai menipu kerbau dengan kata-kata yang menggiurkan. “Wah..wah..oooeeeh… kamu baik sekali sahabatku. Kalo begitu, ayo kita berangkat ke sana sekarang”. KataSi  kerbau dengan sangat senang. “Tapi tunggu dulu kerbau, air sungai sekarang sedang meluap. Aku tak bisa berenang..”. Kata Si monyet lagi. “Ah, itu masalah mudah nyet, kamu bisa naik kepunggung ku. Kau tahu sendiri, aku ini perenang ulung “. Jawab si kerbau dengan bangga.

Si monyet merasa sangat senang, karena merasa tipu muslihatnya berhasil, Si Monyet dan Si kerbau pun segera berjalan  menuju ke kebun di seberang sungai, dan ketika sampai di tepi sungai, si monyet naik ke punggung kerbau, Si kerbau mulai berenang menyebrangi sungai. Setelah sampai di kebun, Si monyet langsung makan dengan lahapnya. Begitu pula dengan si kerbau, karena Si kerbau merasa bahwa semua buah yang ada di kebun itu memang sengaja di berikan untuk monyet, maka Si kerbau juga memakan semua buah dan tanaman yang ada di kebun dengan lahap sama seperti Si monyet.

Mereka berdua tidak menyadari, kalau gerak-gerik mereka telah di perhatikan oleh para petani dari tempat yang tersembunyi. Para petani memang sengaja mengintip dari tempat yang bersembunyi untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang selama ini mencuri buah-buahan di kebun mereka ini. Setelah melìhat Si monyet danSi kerbau tengah  berisitirahat kekenyangan, para petani itu langsung berusaha menangka Si kerbau dan Si monyet. Si Monyet yang sadar akan adanya bahaya yang datang, dengan gesit segera berlari menyelamatkan diri meninggalkan Si kerbau yang kebingungan karena Si Kerbau tidak tahu masalah yang sebenarnya.

Tapi Si kerbau juga sadar kalau ada bahaya yang mengancam, lalu Si kerbaupun ikut berlari menyelamatkan diri. Para petani itu melempari dan mengusir mereka dengan batu dan kayu, sehingga membuat tubuh kerbau terluka, apalagi  banyak semak belukar yang penuh duri membuat si kerbau semakin kesulitan untuk menyelamatkan diri. Sedangkan si monyet sudah pergi jauh meninggalkan sahabatnya Si kerbau, hal itu membuat Si kerbau sadar kalau  dia sudah di tipu oleh Si monyet,  Si kerbau merasa sakit hati pada Si monyet, karena sudah tega menjebak dirinya.

Setelah beberapa lama berlari akhirnya si kerbau sampai juga di tepi sungai,  Dengan cepat Sikerbau masuk ke dalam sungai untuk berenang dan mulai menyeberangi sungai. Namun baru beberapa langkah saja Si kerbau berenang, tiba-tiba si monyet muncul, rupanya dari tadi si monyet bersembunyi di semak-semak sambil menunggu Si kerbau, karena dia tak bisa menyebrang tanpa Si kerbau.

“Hai kerbau sahabat ku, tolong tunggu aku..! Apa kamu tega meninggalkan sahabat mu di sini sendirian di tangkap parar petani itu?”. Teriak si monyet. Melihat kedatangan si monyet, hati kerbau bertambah kesal dan dongkol. “Kalau kamu mau ikut, ayo cepatlah melompat ke punggung ku. Aku sedang buru-buru, jadi kalau kamu  tidak segera melompat, kamu akan ketinggalan dan tertangkap oleh para petani”. Jawab si kerbau dengan nada kesal.

Mendengar perintah Sikerbau  itu, si monyetpun berlari dengan sekuat tenaga. Dia semakin panik karena mendengar para petani yang mengejar telah ada di belakang mereka. Setelah sampai pinggir sungai, si monyet segera melompat ke atas punggung Si kerbau. Tapi sayang , karena mungkin perut Si monyet yang  terlalu kenyang, membuat tubuhnya bertambah berat dan kurang lincah, sehingga Si monyet gagal meloncat ke atas punggung Si kerbau, dan akhirnya Si monyet tercebur ke dalam sungai dan hanyut terbawa arus sungai yang sangat deras. Sementara si kerbau tak meperdulikan Si monyet yang tercebur itu, Si kerbau berlari menyelamatkan diri. Karena para petani sudah semakin dekat dan siap menangkap dirinya.Akhirnya si kerbau berhasilmenyebrang dan selamat dari kejaran petani.

Sejak saat itu, sudah tidak ada lagi yang merusak dan mencuri buah-buahan petani, petanipun sangat senang dan burung-burungpun bisa kembali menikmati buah-buahan di kebun itu.

TAMAT

Demikianlah Adik-adik sahabat Ka Cengeng Dongeng Si kerbau dan Si monyet, semoga kita bisa mengambil pelajran dari dongeng tersebut. Pelajaran  yang dapat kita ambil dari dongeng ini.. yaitu jadi orang itu janganlah suka serakah, apa lagi dengan cara menghianati sahabat sendiri yang sudah berbuat baik pada kita.. karena kita sendirilah  yang akan menerima akibatnya. Seperti biasa Ka Cenegeng minta maaf bila ada kesalahan dan jangan lupa belajar ya…sampai jumpa dalam pertemuan selanjutnya, tetaplah di Kecengeng.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *